Satuan Pemeriksa Intern

«

»

Mar 22

SPI UIN Jakarta Menghadiri Kegiatan Workshop Penyusunan Pedoman Teknis Penetapan Tarif Layanan BLU Pada PTKIN

Bogor, 16 maret 2022. Satuan Pengawasan Internal UIN Jakarta menghadiri kegiatan Workshop Penyusunan Program BLU Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia yang diwakili oleh Kepala SPI, Drs. Abdul Hamid Cebba, MBA., Ak., CA., CPA. dan Anggota SPI, Mufti Rahmatika, SE., M.Ak. Kegiatan tersebut di inisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di Hotel Bigland Bogor, dengan tujuan penguatan pengelolaan Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) di Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Negeri (PTKIN) dan menindaklanjuti hasil rapat kerja Pendidikan Tinggi DIrektorat Pendidikan Tinggi (DIKTIS). Hasil dari kegiatan ini diharapkan adanya standarisasi dan panduan dalam penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan standar pelayanan pada satuan kerja PTKIN.

Perubahan dari satker biasa menjadi satker BLU, maka di tuntut untuk adanya peningkatan kinerja serta peningkatan pelayanan kepada publik, hal ini perlu dibuat standarisasi dan tata cara peningkatan kinerja dilingkungan PTKIN.
Tujuan dari kegiatan ini adalah menyamakan persepsi atas penyusunan program BLU Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, memberikan informasi mengenai Perjanjian Kinerja Rektor PTKIN dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, melakukan peninjauan atas Perjanjian Kinerja Rektor dengan pihak eksternal, membuat standarisasi atas SPM pada Satker BLU

Annisa Alfada Ph.D (Direktorat PPK BLU) menjelaskan, sistem Tata kelola BLU di PTKIN harus diperbaiki dan pragmatis. Direktorat PPK BLU sudah menyusun indikator untuk evaluasi tata kelola BLU dan maturity rating, untuk mendalami tata kelola BLU dan apa yang harus diperbaiki. Maturity rating akan diterapkan di semua satker BLU. Alat pengujian maturity rating adalah self assessment, PPK BLU akan membuat desaign dan masing2 satker membuat dokumen yang mendukung maturity rating. Bobot penilaian tingkat maturitas BLU adalah sebagai berikut:

Aspek Keuangan berfokus pada penilaian tingkat kesehatan keuangan BLU dan tren perkembangan kinerja keuangan BLU. Penilaian dalam aspek ini terdiri atas empat indikator yaitu likuiditas, efisiensi, efektivitas, dan tingkat kemandirian dengan masing-masing indikator memiliki rasio spesifik sebagai alat ukurnya. Indikator efisiensi dihitung menggunakan Pendapatan Operasional terhadap Beban Operasional (POBO) Semakin tinggi POBO, semakin tinggi tingkat kemandirian BLU. Sebagai kepala SPI harus menyusun POBO dan kriteria POBO yang baik, unsur-unsur POBO juga harus dibuat untuk struktur yang baik. Dari kegiatan ini menghasilkan 11 rekomendasi:

1. Kementerian perlu Sinkronisasi antara pendis, Diktis, Biro Keuangan dan Biro Ortala dalam membina PTKIN BLU.
2. Kementerian perlu meninjau Kembali Ortaker PTKIN BLU agar betul-betul menggambarkan manajemen perguruan tinggi berbasis BLU
3. Kementerian perlu meninjau Kembali statuta PTKIN BLU dengan memasukan tugas dan tanggungjawab pemimpin BLU, pejabat keuangan, dan pejabat      teknis serta menyebutkan secara eksplisit pemimpin BLU adalah Rektor, pejabat keuangan adalah wakil rektor bidang AUPK dan pejabat teknis para          wakil rektor, para kepala biro, para dekan, DLL dalam bentuk SK dirjen
4. Panselnas pemilihan rektor mempertimbangkan dan memasukkan Menteri-menteri tentang BLU kepada calon Rektor satker BLU.
5. Untuk meningkatkan pendapatan PNBP non-UKT maka perlu mempertimbangkan:
a. Mengoptimalkan pemanfaatan asset fisik
b. Mengoptimalkan pemanfaatan asset non fisik
c. Mengoptimalkan pemanfaatan iddle cash
d. Mengembangkan endowment fund management
Maka kementerian perlu meninjau Kembali posisi organisasi pusat pengembangan bisnis dari UPT menjadi Lembaga (diharapkan mengelola asset fisik, asset non fisik dan endowment fund) dan dipimpin oleh orang professional.
6. Kementerian perlu menerbitkan peraturan atau pedoman:
a. Pengelolaan asset non fisik
b. Pengelolaan iddle cash
c. Pengelolaan endowment fund
7. Satker BLU meyediakan Renstra yang produktif yang dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan program dan anggaran
8. Satker BLU perlu melakukan transformasi manajemen inovasi dan pengembangan Kerjasama berbasis bisnis
9. Satker BLU menyediakan tata Kelola sesuai proses bisnis BLU
10. Satker BLU perlu meningkatkan peran strategi SPI
11. Satker BLU perlu membuat kalender perencanaan yang efektif. (B)